Rabu, 20 Juni 2012
Huh...
Sabtu, 22 Januari 2011
Kamis, 20 Agustus 2009
Sekolahku Madanika
Bila perbedaan memang harus ada
Maka bukan lain keindahan menyertainya
Perbedaan umpama bunyi tiupan terompet
Petikan gitar gesekan biola jentikan piano
Dan gebug drum yang mengalir irama sungai
Perbedaan laksana merah jingga kuning
Hijau biru nila dan ungu yang berlapis
Manis kala gerimis
Perbedaan layaknya mata hidung
Mulut telinga kulit dan hati
Yang bersama kerja
Namun masing-masing
Biarkan perbedaan
Akan mengada
Dan mengindah
Diri
Nya
Pontianak, 2007
Pelajaran Agama 2
STIGMATA
Tuhan
Hentikan mereka yang tinggal di genggam
Tangan kiri-Mu menyengat
Amarahku atas luka cambuk
Di sekujur tubuh-Mu
Saat kukejar kupanggil
Tariuku bertebar mereka
Menyusup lewat luka bekas paku
Dan sembunyi di balik luka lambung-Mu
Arghhh ... dapat kubayangkan perih-Mu!
Tak putus kejarku
Kudapat mereka bergegar takut
Bukan padaku
Tapi maut-Mu
Tak kubiarkan waktu menunggu
kuputus telinga mereka
yang tak mau mendengar-Mu
(Petrus.... sarungkan amarahmu!)
Jelas kudengar bisik-Mu
Sontak lemah batinku
Miris kumelihat Kau sambung telinga-telinga itu
dengan tangan kanan-Mu
Sesal kumelihat mereka sujud ampun
Depan rumah Bapa-Mu
Dan Kau buka meski tak mereka ketuk
Sembunyiku di telapak kaki-Mu
kucium harum kasih-Mu
Tuhan
La Verna, 2007
Pelajaran Agama 1
: Sr. Lid
Seorang Guru sedang mengajar tentang silsilah:
Abraham memperanakkan
Ishak memperanakkan
Yakub memperanakkan
Yehuda memperanakkan
Peres memperanakkan
Hezron memperanakkan
Ram memperanakkan
Aminadab memperanakkan
Nahason memperanakkan
Salmon memperanakkan
Boas memperanakkan
Obed memperanakkan
Isai memperanakkan
Daud memperanakkan
Salomo memperanakkan
Rehabeam memperanakkan
Abia memperanakkan
Asa memperanakkan
Yosafat memperanakkan
Yoram memperanakkan
Uzia memperanakkan
Yotham memperanakkan
Akhas memperanakkan
Hizkia memperanakkan
Manasye memperanakkan
Amon memperanakkan
Yosia memperanakkan
Yekhonya memperanakkan
Sealtiel memperanakkan
Zerubabel memperanakkan
Abihud memperanakkan
Elyakim memperanakkan
Azor memperanakkan
Zadok memperanakkan
Akhim memperanakkan
Eliud memperanakkan
Eleazar memperanakkkan
Matan memperanakkan
Yakub memperanakkan
Yusuf memperanakkan
…
Sudahlah, Guru!
Aku tetap tak tahu
siapa memperanakkanku!
Potong anak itu
Novisiat, Desember 2007
Sengat Rajer Babat
Kesepian Kota Jembrana
: Bang DS
Serasa tak mau menunggu sang waktu
Laksana hujan bulan Desember
Kesepian Kota Jembrana bangkit dari laut
Mengejar malam
Lalu menyongsong langit lazuardi
Serasa tak mau menunggu sang waktu
Kesepian menarikan kecak sambil luruhkan
Keringat ke bumi Jembrana yang harum
Serasa tak mau menunggu sang waktu
Laksana hujan bulan Desember
Nanoq, Pram, dan Gus Beniq mengejar maut
Kendara syair malam
Lalu susul Hardiman bangkitkan Linus Suryadi
Yang tertidur dalam pelukan Pariyem
Tak mau mau kalah Sunaryono Basuki KS
Mencubit para politisi yang nyepi
dari festival seni budaya
Serasa tak mau menunggu sang waktu
Bang DS menyelinap di balik kesepian Kota Jembrana
Jembrana, Desember 2003
