Kamis, 20 Agustus 2009

Ya ... Aku Telah Kalah

SANTET

Ketika kau kirim aku sekarang bunga berduri jarum
Ngilu sudut-sudut nadiku
Orang-orang yang sedang bertamasya dalam tubuhku
Sekejap berteriak sesak berebut arah
Mereka yang sedang menyelam dalam lautan mimpiku
Mengejang otot. Karam!
Mereka yang sedang mamadu suara di atas panggung jiwaku
Terlindas oleh nyaring suaranya sendiri
Mereka yang sedang menari di atas papan selancar
Ditelan oleh riak darahku

Ya..
Aku memang harus selesai!


Singkawang, Oktober 2007

Luka Seorang Penyair Riau

Luka Hati

: Marhalim Zaini

Seperti yang lalu
Hatimu mulai berdarah lagi
Kau telanjangi dadamu yang tipis
Lalu kau robek hingga menganga
Dan kau tunjukkan pada bintang
Yang sejumlah luka hatimu


Teater Batu Kuala, Februari 2002

Ketika Senja Tiba

Permintaan Terakhir


Di ambang senjaku
Bukan manusia yang kuharap
Menguburkan ragaku
Kelak ketika jiwa harus kembali
Semoga Dia yang menjanjikan kehidupan abadi
Berkenan menyulut api pencucianku



Kuala Lumpur, 2006

Selasa, 18 Agustus 2009

Kemenangan dalam Naik Dangau


Makasih Dedi, Mimi, serta teman-teman penari yang lain ...

Kamsia kawan-kawan penabuh ...

Terima kasih Pak Leo, Bu Leo
saya sudah diizinkan berlatih tari Dayak

Terimakasih Bang Is

Belalek ... Sebuah cerita tentang seorang Panglima
yang memangsa gadis-gadis kampung untuk menambah
kesaktiannya.


Belalek ... Menyerah pada keluguan dan kesederhanaan
seorang pemuda kampung yang berusaha menyelamatkan gadis pujaannya.

Sanggar Enggang Gading: Sebuah Cerita



Menghidupkan kembali ruh yang tinggal dalam pantak, lalu merasukkannya dalam tubuhku yang begitu jawa...

Untunglah tabuh gendang dan alunan gamelan mengantarku pada jiwa yang pantas mendapatkan raga

Bulan menari di atas air sendang

Bulan Jangan Tatap Aku Begitu

Bulan
Jangan tatap aku begitu
Aku tahu harusku terjaga
Namun mataku dipukul kantuk

Bulan
Jangan tatap aku begitu
Aku tahu harusku setia
Namun hatiku disumbat bebal

Bulan
Jangan tatap aku begitu
Aku tahu dua bayang telah mengusap air matanya
Yang darah


Sendang Jati Ningsih, Desember 2008