SANTET
Ketika kau kirim aku sekarang bunga berduri jarum
Ngilu sudut-sudut nadiku
Orang-orang yang sedang bertamasya dalam tubuhku
Sekejap berteriak sesak berebut arah
Mereka yang sedang menyelam dalam lautan mimpiku
Mengejang otot. Karam!
Mereka yang sedang mamadu suara di atas panggung jiwaku
Terlindas oleh nyaring suaranya sendiri
Mereka yang sedang menari di atas papan selancar
Ditelan oleh riak darahku
Ya..
Aku memang harus selesai!
Singkawang, Oktober 2007
Kamis, 20 Agustus 2009
Ya ... Aku Telah Kalah
Luka Seorang Penyair Riau
Luka Hati
: Marhalim Zaini
Seperti yang lalu
Hatimu mulai berdarah lagi
Kau telanjangi dadamu yang tipis
Lalu kau robek hingga menganga
Dan kau tunjukkan pada bintang
Yang sejumlah luka hatimu
Teater Batu Kuala, Februari 2002
Ketika Senja Tiba
Permintaan Terakhir
Di ambang senjaku
Bukan manusia yang kuharap
Menguburkan ragaku
Kelak ketika jiwa harus kembali
Semoga Dia yang menjanjikan kehidupan abadi
Berkenan menyulut api pencucianku
Kuala Lumpur, 2006
Selasa, 18 Agustus 2009
Kemenangan dalam Naik Dangau
Kamsia kawan-kawan penabuh ...
Terima kasih Pak Leo, Bu Leo
saya sudah diizinkan berlatih tari Dayak
Terimakasih Bang Is
Sanggar Enggang Gading: Sebuah Cerita
Menghidupkan kembali ruh yang tinggal dalam pantak, lalu merasukkannya dalam tubuhku yang begitu jawa...
Untunglah tabuh gendang dan alunan gamelan mengantarku pada jiwa yang pantas mendapatkan raga
Bulan menari di atas air sendang
Bulan Jangan Tatap Aku Begitu
Bulan
Jangan tatap aku begitu
Aku tahu harusku terjaga
Namun mataku dipukul kantuk
Bulan
Jangan tatap aku begitu
Aku tahu harusku setia
Namun hatiku disumbat bebal
Bulan
Jangan tatap aku begitu
Aku tahu dua bayang telah mengusap air matanya
Yang darah
Sendang Jati Ningsih, Desember 2008



