Dua Bocah Laki Perempuan
: Nanoq da Kansas
Dalam cangkir kopi yang semalam kau seduh
Kulihat dua bocah laki perempuan berlari
Menangis dan mencaci laki perempuan dewasa
Yang tak kurang dari dua penggalan tangan
Di belakang mereka
Kucoba perhatikan lebih teliti
Mereka berlari ke arah dua laki-laki
Yang tak begitu jelas bagi penglihatanku
Yang tampak hanyalah
Dua tubuh tipis dan
Burai rambut panjang lagi lurus
Pada kepala mereka
Kucoba usap kedua mataku
Dan kutajamkan benar-benar
Bukan main aku terhenyak melihat diriku sendiri
Berdiri di samping tubuhmu
Menunggu ruh
Yang tak juga menggapai
Dua bocah laki perempuan itu
Denpasar, Desember 2003
Selasa, 18 Agustus 2009
Ketika Art Center Melepas Kisah
Seorang Raja Blogger
ORANG-ORANG MAJUS
: A. Mering
Depan Herodes, orang-orang majus dari
Timur menanyakan keberadaan bayi penyelamat
Apa tujuanmu menemui bayi itu?
Tanya Herodes kepada majus pertama sambil berkerenyit dahi
Jawab orang majus pertama
Aku ingin menggenapi kitab nabi tentang raja dari segala raja
Kamu?
Tanya Herodes kepada majus kedua sambil membangunkan badannya dari singgasana
Jawab orang majus kedua
Aku ingin mempersembahkan emas, kemenyan, dan mur
Kamu??
Tanya Herodes pada majus ketiga sambil memegang erat pedang di pinggangnya
Jawab orang majus ketiga
Aku ingin merasakan suka cita sang bintang penunjuk arah
Kamu???
Tanya Herodes pada majus keempat sambil menghunus pedangnya
Jawab orang majus keempat
Cahaya mengutusku untuk sedikit wawancara
pada kedua orang tuanya
Herodes kembali duduk di singgasana
masih berkerenyit dahi
Masih memegang erat pedang yang
Masih telanjang
Pontianak, Desember 2007
Berendam di sendang bawah pohon sono
Setumpuk Rindu
Sahabatku
Usah kaubawa rindu
Padaku waktu
Kauketuk pintuku
Padaku setumpuk rindu
Yang mulai layu
Telah kusatu
Untuk masa lalu
Bersama kau dulu
Sendang Sono, Desember 2008
Minggu, 16 Agustus 2009
Ketika Singkawang Tersipu
SAN KEW JONG 2
Dua bukit tak lagi sembunyikan satu matahari!
Seorang politisi menjaring matahari sore itu
Katanya ...
Dia dia terpaksa mengamankan matahari
Miris melihat peluh para petani dan gerah para nelayan
Yang membuat mereka tak tampak bahagia
Sejak penangkapan matahari
Para petani dan nelayan justru tak bahagia
Dan terus menangis
Begitu pula dengan sayur mayur dan ikan-ikan
Layu tak lagi segar di perut manusia
Petani, nelayan, sayur, dan ikan-ikan tak kuasa bicara
Tak berani berharap keadaan
Akan kembali seperti semula
Meski mereka tahu
Matahari tak akan muncul dari balik
Dua bukit lagi
Karena politisi itu telah mempersembahkan kepala
Matahari pada perempuan yang bersembunyi
Di belakang istrinya
Yang sejak di hari perkawinannya
Terus mendamba bahagia
Alverno, November 2007
Kali Pertama Aku Datang di Kota Singkawang
SAN KEW JONG 1
Dua bukit mengapit sembunyikan satu matahari
Ketika kokok ayam ketiga
Menyibak tirai pagi matahari berlari melompat
Girang di atas laut barat
Ketika lelah horizon memanggil
Dan pelan-pelan menenggelamkan
Matahari ke dasar laut tanpa kesempatan
Melambaikan tangan ...
Tapi esok pagi
Dua bukit (merebut kembali) mengapit satu
Matahari!
Alverno, Juni 2004


