Selasa, 18 Agustus 2009

Ketika Art Center Melepas Kisah

Dua Bocah Laki Perempuan

: Nanoq da Kansas

Dalam cangkir kopi yang semalam kau seduh
Kulihat dua bocah laki perempuan berlari
Menangis dan mencaci laki perempuan dewasa
Yang tak kurang dari dua penggalan tangan
Di belakang mereka

Kucoba perhatikan lebih teliti
Mereka berlari ke arah dua laki-laki
Yang tak begitu jelas bagi penglihatanku
Yang tampak hanyalah
Dua tubuh tipis dan
Burai rambut panjang lagi lurus
Pada kepala mereka

Kucoba usap kedua mataku
Dan kutajamkan benar-benar

Bukan main aku terhenyak melihat diriku sendiri
Berdiri di samping tubuhmu
Menunggu ruh
Yang tak juga menggapai
Dua bocah laki perempuan itu


Denpasar, Desember 2003

Seorang Raja Blogger

ORANG-ORANG MAJUS

: A. Mering

Depan Herodes, orang-orang majus dari
Timur menanyakan keberadaan bayi penyelamat

Apa tujuanmu menemui bayi itu?
Tanya Herodes kepada majus pertama sambil berkerenyit dahi

Jawab orang majus pertama
Aku ingin menggenapi kitab nabi tentang raja dari segala raja

Kamu?
Tanya Herodes kepada majus kedua sambil membangunkan badannya dari singgasana

Jawab orang majus kedua
Aku ingin mempersembahkan emas, kemenyan, dan mur

Kamu??
Tanya Herodes pada majus ketiga sambil memegang erat pedang di pinggangnya

Jawab orang majus ketiga
Aku ingin merasakan suka cita sang bintang penunjuk arah

Kamu???
Tanya Herodes pada majus keempat sambil menghunus pedangnya

Jawab orang majus keempat
Cahaya mengutusku untuk sedikit wawancara
pada kedua orang tuanya

Herodes kembali duduk di singgasana
masih berkerenyit dahi
Masih memegang erat pedang yang
Masih telanjang

Pontianak, Desember 2007

Berendam di sendang bawah pohon sono

Setumpuk Rindu

Sahabatku
Usah kaubawa rindu
Padaku waktu
Kauketuk pintuku
Padaku setumpuk rindu
Yang mulai layu
Telah kusatu
Untuk masa lalu
Bersama kau dulu


Sendang Sono, Desember 2008

Minggu, 16 Agustus 2009

Akhirnya usai juga


Sebuah proses bersama telah usai. Proses-proses baru menanti.

Ketika Singkawang Tersipu

SAN KEW JONG 2

Dua bukit tak lagi sembunyikan satu matahari!

Seorang politisi menjaring matahari sore itu
Katanya ...
Dia dia terpaksa mengamankan matahari
Miris melihat peluh para petani dan gerah para nelayan
Yang membuat mereka tak tampak bahagia

Sejak penangkapan matahari
Para petani dan nelayan justru tak bahagia
Dan terus menangis
Begitu pula dengan sayur mayur dan ikan-ikan
Layu tak lagi segar di perut manusia

Petani, nelayan, sayur, dan ikan-ikan tak kuasa bicara
Tak berani berharap keadaan
Akan kembali seperti semula
Meski mereka tahu
Matahari tak akan muncul dari balik
Dua bukit lagi
Karena politisi itu telah mempersembahkan kepala
Matahari pada perempuan yang bersembunyi
Di belakang istrinya
Yang sejak di hari perkawinannya
Terus mendamba bahagia

Alverno, November 2007

Kali Pertama Aku Datang di Kota Singkawang

SAN KEW JONG 1

Dua bukit mengapit sembunyikan satu matahari
Ketika kokok ayam ketiga
Menyibak tirai pagi matahari berlari melompat
Girang di atas laut barat
Ketika lelah horizon memanggil
Dan pelan-pelan menenggelamkan
Matahari ke dasar laut tanpa kesempatan
Melambaikan tangan ...

Tapi esok pagi
Dua bukit (merebut kembali) mengapit satu
Matahari!

Alverno, Juni 2004

Di Bawah Beringin Soekarno Aku Berbaris

Made, Agung, Eko... Terima kasih atas proses bersama ini